Mau dimulai dari mana???, pertemuan yang tak terduga?, atau semua tragedi tanpa terencana?
Aah, bagaimana akan aku mulai semua cerita cinta ini. Ketika cinta datang tanpa rencana,
Awal pertemuan sederhana, perkenalan tanpa basa basi lalu kehadiran yang datang tanpa terprediksi.
Aku hanya merasakan perasaan ini beberapa kali dalam hidupku, dimulai dari kelas 1 sma dan ketika awal beranjak ke bangku perkuliahan. Terlalu banyak yang lucu,
Aku yang terlahir dari sebuah keluarga yang jujur saja, amat sangat menentang " Pacaran ", maklum saja silmi yang dibesarkan dari keluarga yang memiliki pengetahuan agama yang agak sedikit berlebih dari pada keluarga-keluarga yang lain. Sehingga semua hukum-hukum syariat sangat kental diberlakukan.
Makanya dari sd sampe smp gak pernah yang namanya anggep perasaan suka ke lawan jenis itu spesial, semuanya cuma dianggap biasa aja. Bahkan gara-gara semua prinsip yang diagung-agungkan aku lebih lebih terkenal dengan anggapan cewek dingin yang amat sangat cuek luar binasa.
Soalnya dari dulu kalo ada yang namanya lawan jenis bilang suka atau sering disebut " cinta monyet " dateng menghampiri bawaannya risih, kalo yang tadinya temenan bisa jadi musuhan kalo yg tadinya cuma cuek2an bakal jadi makin-makin cuek lagi.
Gak tau kenapa bisa gitu, heran sih awalnya kenapa silmi gak bisa se santai kak dini yang ngadepin orang, atau senatural sabrina ( adek 1) yang bisa nanggepin orang yang pengen deket.
Ah udah ya skip dulu masa lalu,,,
Sekarang balik kepertemuan pertama,
Dimulai dari 1 agustus 2012 itu pertemuan pertama, hanya sekilas tatapan mata. Awalnya ngerasa biasa aja, gak ada yang istimewa. Namanya juga ketemu sekilas aja, trus gak tau juga itu siapa.
Lalu tak lama kemudian kita bahkan tak pernah lagi berjumpa,
wajar dong ya kalo gak sadar kalo ternyata sebenernya dari awal udah tertarik?? (wajar kok)
Lalu beberapa bulan kemudian kembali bertemu di gang dekat dengan kosan kediaman silmi kalo lagi ada didepok, sekali, dua kali sampe akhirnya mukanya terekam jelas sangat jelas dan bener2 jelas.
Pertemuan demi pertemuan berlanjut, sampai akhirnya kita bertegur sapa ( hanya bertegur sapa, karna ternyata dan ternyata dia senior beda jurusan, iih bisa gitu)
Selanjutnya kita kemudian tak saling bertemu kembali, tapi entah kenapa dalam mimpi wajahnya hadir membekas jelas.
Ya Allah salah gak sampe kebawa mimpi gini .... ( ngelus-ngelus dada)
Kemudian setelah hampir berbulan-bulan kita tak lagi bertemu, tragedi menyebrangi jalan membuat aku dan "****" kembali bertemu. tanpa sadar dia memandangi lalu langsung mengambil posisi untuk membantu menyebrangi jalan yang saat itu sedang agak padat dan kendaraan banyak yang berjalan tanpa perasaan.
(masih banyak tragedi2 yang berkesan tapi ntar kepanjangan, malu bilangnya. hahaha )
Bersyukur, sangat bersyukur tuhan selalu menghadirkannya dalam kesulitan. Jujur bahagia, sangat sangat bahagia saat itu aku sadar ternyata jantungku berdetak dengan irama yang tidak normal.
Ya Allah salahkah hamba punya perasaan ini?? Salahkan jika ternyata aku punya rasa yang berbeda.
Tapi lagi-lagi ingatan akan prinsip orang tua terbersit rapi, menepis semua keinginan yang kadang bercampur dengan bisikan-bisikan halus setan yang meraja lela.
Lagi-lagi Allah mengujiku sekaligus menganugrahkan sebuah rasa alami seorang manusia,
Aku jatuh cinta, tapi karna Allah tak mengizinkanku untuk berdua tanpa ikatan sah
Maka aku hanya berdoa, jika memang dia yang terbaik mohon tuntun kami berdua untuk menjadi satu Cinta
jika tidak maka datangkanlah dengan indah Sebuah Cinta yang lebih baik dari Cinta yang aku inginkan
Inilah sebuah doa disaat Silmi sedang jatuh Cinta...
Senin, 21 Juli 2014
Aku mulai sadar
Setelah apa yang aku jalani selama ini
Setelah semua ujian terjadi dengan bertubi-tubi
Dan setelah caci maki dan sumpah serapah tertuang kedalam semua ucapan yang berdasarkan emosi
Dan setelah semuanya sudah hancur berantakan
Kini aku menyadari satu hal,
AKU SALAH....
Iya aku salah,
Salah dalam mengambil semua tindakan
Salah dalam mengambil keputusan
Salah dalam menyikapi keadaan
Salah dalam menanggapi sebuah ujian
Entah kesalah ini bisa diperbaiki atau tidak
Entah kesalahan ini bisa terhapuskan atau tidak
Aku tak tau harus kemana mulut ini mengadu
Aku tak tau harus berapa banyak kata maaf yang harus aku keluarkan
100, 1000 atau sejuta kata maaf untuk mewakilkan setiap kesalahannku
Terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat
Terlalu banyak kebencian yang aku tebar dimasa lalu
Hanya karna aku merasa tersesat
Oh tuhanku,
Salahkah aku atas semua kebencianku dulu
Haruskah aku mengirimkan lembar-lembaran maaf untuk mngungkapkan penyesalan??
Jika waktu bisa ku minta sedikit saja
Akanku katakan pada seluruh dunia
Kepada seluruh orang yang merasa aku sakiti
"Maaf, Aku menyesal "
Karya : Silmi Izzati
Setelah semua ujian terjadi dengan bertubi-tubi
Dan setelah caci maki dan sumpah serapah tertuang kedalam semua ucapan yang berdasarkan emosi
Dan setelah semuanya sudah hancur berantakan
Kini aku menyadari satu hal,
AKU SALAH....
Iya aku salah,
Salah dalam mengambil semua tindakan
Salah dalam mengambil keputusan
Salah dalam menyikapi keadaan
Salah dalam menanggapi sebuah ujian
Entah kesalah ini bisa diperbaiki atau tidak
Entah kesalahan ini bisa terhapuskan atau tidak
Aku tak tau harus kemana mulut ini mengadu
Aku tak tau harus berapa banyak kata maaf yang harus aku keluarkan
100, 1000 atau sejuta kata maaf untuk mewakilkan setiap kesalahannku
Terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat
Terlalu banyak kebencian yang aku tebar dimasa lalu
Hanya karna aku merasa tersesat
Oh tuhanku,
Salahkah aku atas semua kebencianku dulu
Haruskah aku mengirimkan lembar-lembaran maaf untuk mngungkapkan penyesalan??
Jika waktu bisa ku minta sedikit saja
Akanku katakan pada seluruh dunia
Kepada seluruh orang yang merasa aku sakiti
"Maaf, Aku menyesal "
Karya : Silmi Izzati
Langganan:
Postingan (Atom)