Sabtu, 22 Maret 2014

Happy milad umiku



Tepat malam pergantian tanggal dari tgl 22 menjadi tgl 23 mei....
Hari ini hari kelahiran umiku, umi tersayangku
Umi sempurna dengan kekuatan, kesabaran dan kesetian yang tak terhingga mendampingi buya dan anak-anaknya. 
Umi yang selalu tegar dalam menjalani setiap hidupnya, mendampingi buya kami yang selalu disibukkan dengan jalan dakwahnya.
 Umi yang luar biasa yang mampu merawat kami beradik kakak dengan jumlah 9 bersaudara.
 Umi yang mempunyai banyak keunggulan dimata kami, humoris, penyabar, bertanggung jawab, pintar memasak, pintar menjahit, pintar dalam melakukan segala hal. 
Keuletannya dan ketekunannya dalam merawat kami sangat tak terhingga, kami tumbuh dengan segala kelebihan yang beliau wariskan. Kami selalu hidup dengan semangat juang yang beliau ajarkan. 
Hari ini umi tepat berumur 46 tahun, dan telah menemani buyaku selama 25 tahun dan telah tumbuh bersamaku selama 23 tahun berjalan. 
Malam ini aku berdoa untukmu umiku, Aku berharap tetaplah menjadi umiku yang selalu kuat, umiku yang selalu ceria dan memukau dimataku, tetaplah kuat menghadapi aku dan segala kekuranganku dan saudara-saudaraku.
 Aku  berharap semoga umi selalu dan selalu disayang Allah dan dilindungi dari hal hal buruk yang tidak diinginkan. 
Aku berharap umi selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk mendampingi buya kita, tetap saling mencintai selamanya, tetap berpegangan tangan dengan kuat apapun yang terjadi dan walaupun badai kuat berusaha menerjang, aku berharap kita akan selama menjadi keluarga yang di ridhoi Allah, kelurga yang selalu diberikan rahmat dan karunia oleh Allah didunia dan di akhirat kelak, dan aku selalu berdoa semoga Allah tetap menjaga kita bersama selama didunia dan kitapun akan selalu bersama di Akhirat kelak. Karna Aku berharap keluarga kita adalah keluarga yang akan beruntung untuk kembali berkumpul di surga sana, Silmi sayang umi karna Allah 

Kamis, 20 Maret 2014

Karna aku tak sempurna tuhan ,,,

Ketika sakit itu tak bisa termaafkan, aku hanya bisa menangis menutup mata
Aku tau aku tak sempurna, tapi jujur maaf itu masih sulit aku lakukan
Sakit yang tak pernah dibayangkan sekalipun di dalam hidupku
Sebuah sakit yang selama ini hanya ku dengar , tetapi kini terasa dalam diri sendiri
Kekecewaan yang begitu besar saat orang orang yang kamu sayang malah berpaling menghilang
Mungkin disinilah letak ketidak sempurnaanku
Ketidak sempurnaan yang ketika disakiti, sulit untuk melupakan
Ada penyesalan, sebuah penyelasan mendalam ketika aku begitu percaya pada manusia dan terlalu bergantung padanya
Ketika kamu merasa memiliki kehidupan yang sempurna selain keluarga,
Bahkan kepercaan itu bisa lebih besar dibandingkan dari pada kamu menyayangi keluarga
Bahkan sampai berfikir merekalah segalanya
Kau hampir saja melupakan sebuah ketulusan dan jalan untuk kau pulang
Bahkan hampir saja mengira mereka kesempurnaan
Tapi Allah tak terlalu menyukai hubungan itu
munkin Allah kecewa kenapa aku hampir saja melupakan sebuah ketulusan yang terikat oleh iktan darah yang kental
Bahkan aku bisa menyayangi mereka lebih dari pada menyangi keluargaku sendiri
Ketika aku menjalani, aku bahkan tidak berfikir itu salah, aku mengira semuanya benar
Benar ketika kamu lebih sibuk dengan dunia sendiri dan kemudian jauh dari orang orang dengan ketulusan yang tak bisa tergambarkan,
Awalnya Allah hanya membiarkan,
Menbiarkan aku merasakan kesalahan atas pilihan yang ku lakukan
Pilihan yang salah karna menganggap semua yang kamu temukan adalah serbuah kesenangan
Kesenangan yang didapatkan karena merasa keluarga sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga terbersit pikiran keluargaku meninggalkan aku
Itu yang aku rasakan,
Ini jujur,
Aku merasa semuanya sudah terlalu tak peduli dengan hidupku
Disaat itulah mereka datang seolah menyambut tanganku dari kesepian,
Aku disambut dengan riang, aku seolah diagungkan
Aku dianggap kesembpurnaan,
Dan aku....
jujur aku merasa senang, bagaiman tidak. Dengan kesepianku yang mendalam lalu aku mendapatkan sebuah sambutan dan pelukan hangat sebuah pertemanan.
Aku menjalani semuanya dengan riang tanpa paksaan, kita bersenang senang bersama
Tertawa, dan kalian membagi cerita sedih kalian
Aku ikut merasakan, aku ikut terbawa akan kesedihan yang kalian ceritakan
Aku makin sayang kalian, bahkan sesuatu yang aku punya kalian bisa ikut merasakan
Apa yang aku miliki aku bagi pada kalian
Setiap kelebihanku aku biarkan kalian ikut merasakan,
Kita senang bersama, kita selalu tertawa dalam kebahagian
Ternyata semua itu hilang,
Betapa aku sadar jika kalian hanya hadir disetiap senyumku
Betapa aku sadar kalau kalian tumbuh dan ada disampingku hanya disaat aku senang,
Yaa, hanya kesenangan yang kalian cari bukan ?
Aku bari sadar...
Betapa bodohnya aku tak bisa berfikir selama ini
Betapa bodohnya aku disaat tak pernah benar benar sadar kalau mereka semua adalah kesemuan
Kesemuan yang menyadarkan sampai kapanpun mereka tak akan bisa bertahan lama disampingku
Mereka hanya mengincar kesenanganku, lalu pergi disaat kesedihanku lalu kemudian datang kembali disaat senangku kembali...
Ah................ sudah cukup lelah aku tuhan
Lelah menganggap dihidup ini harus punya teman
Sudah cukup masa lalu kemaren membuatku terbangun dan sadar
Sudah cukup aku terjatuh dan ditinggalkan
Sudah cukup aku menahan sakit ketika ditinggalkan,
Maka maafkan aku tuhan,
Aku belum bisa mengikhlaskan dan memaafkan mereka
Mereka yang meninggalkanku disaat jatuh dan terbuang
Mereka yang meninggalkan aku disaat masalah menerpaku,
Maafkan aku tuhan,,,
Mungkin aku harus membiarkan waktu yang membantuku melupakan pelan pelan semua kebencian ini
Jujur saja, sampai saat ini aku tak akan pernah melupakan mereka yang meninggalkan aku lalu datang kembali disaat kesenangnku kembali,
Maafkan aku,
Maafkan aku karena aku masih sama...
Maafkan aku karna aku manusia lemah yang masih belum bisa memaafkan
Aku lebih memilih tak akan pernah merasa mengenal mereka dari pada aku berpura2 sabar
Jadi biarkan aku menganggap mereka semua telah hilang ~